Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Latihan Kopassus Itu Berat, Tidak Cocok Buat Kamu yang Lunak!

Bicara mengenai keamanan Indonesia, tentunya hal itu tidak lepas dari usaha Komando Pasukan Khusus. Kini pasukan elit negara ini berhasil menduduki nomor 1 dunia. Tentunya pencapaian tersebut berbanding lurus dengan pengorbanan prajurit ketika menjalani latihan kopassus yang begitu berat.

Syarat Bisa Mengikuti Latihan Kopassus

Sebelum mengulik lebih dalam mengenai seberapa beratnya latihan kopassus. Perlu Anda ketahui, nyata tidak semua prajurit TNI bisa mengikuti pendidikan khusus ini. Pasalnya, banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Persyaratan ini cukup sulit, bahkan tidak kalah hebatnya dengan sesi latihan. Jika prajurit TNI ingin mengikuti latihan khusus, setidaknya harus lolos seleksi kesehatan. Bukan hanya itu, nilai tes standar fisik minimal 70 dengan tinggi badan lebih dari 168 cm.

Selain tes fisik, untuk dapat mengikuti latihan khusus prajurit harus memiliki keterampilan dasar. Keahlian ini berupa menembak, berenang tanpa henti sejauh 2 km, berlari 2400 meter kurang dari 12 menit, serta push up 40 kali dalam 1 menit. Bahkan, calon kopassus juga harus mempunyai intelegensi melebihi 110.

Latihan Kopassus Tahap Pertama

Bagi prajurit TNI yang ingin menjadi anggota kopassus harus mengikuti dan lolos dari serangkaian pelatihan. Tahap pertama, latihan akan bertempat pada Pusat Pendidikan Khusu tepatnya berada di Batujajar, Bandung. Di sini calon prajurit komando akan belajar mengenai keterampilan dasar.

Tahapan ini para prajurit akan belajar dan mengasah berbagai keahlian yang harus dimiliki oleh anggota kopassus. Keterampilan itu seperti menembak, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat, teknik serta taktik tempur. Meskipun nampak mudah, nyatanya tidak sedikit sosok yang gagal lolos.

Tahap pertama ini akan berlangsung kurang lebih selama 10 minggu. Tujuan dari latihan khusus berbekal keterampilan dasar adalah membentuk sikap serta kepribadian individu. Hanya prajurit dengan kemampuan melebihi rata-rata yang dapat lolos mengikuti pelatihan berikutnya.

Latihan Kopassus Tahap Kedua

Setelah lolos, calon anggota kopassus akan mengikuti latihan dengan medan pegunungan dan hutan. Lokasi pendidikan ini bertempat di Citatah, Bandung. Pada tahap kedua ini, prajurit akan mengasah kemampuan fisik serta keterampilan dasar.

Tahap kedua dengan tema survival ini menuntut prajurit untuk menjadi pendaki serbu. Latihan ini bertujuan agar mengembangkan kemampuan bertahan hidup tanpa bekal makanan. Dalam hal itu penting memiliki keterampilan membedakan tumbuhan beracun dan keahlian berburu.

Prajurit Kopassus ditantang untuk dapat bertahan hidup di tengah kondisi paling kritis, termasuk tanpa bekal makanan

Latihan kedua akan berlangsung selama 6 minggu. Tahap ini prajurit akan mengasah keahlian teknik dasar pertempuran dan kerjasama tim. Semua itu berakhir dengan long march yang mengharuskan calon kopassus berjalan membawa amunisi, senjata dan perlengkapan individu dari Situ Lembang ke Cilacap.

Latihan Kopassus Tahap Ketiga

Ketika sampai Cilacap, prajurit akan memasuki tahapan ketiga. Awal dari latihan ini calon kopassus akan melakukan praktikum infiltrasi melalui laut. Sembari mempelajari berbagai materi seperti navigasi laut, survival, pelolosan, renang ponco serta pendaratan memakai perahu karet.

Banyak orang menilai bahwa latihan ketiga atau akhir layaknya neraka. Bagaimana tidak, pada tahap ini calon kopassus harus mampu berenang melewati selat tepatnya dari Cilacap ke Nusakambangan tanpa henti. Lebih beratnya lagi ketika memasuki praktik “pelolosan” dan “kamp tawanan”.

Ketika pelatihan ini berlangsung, prajurit akan bebas pagi hari tanpa berbekal apapun dan harus kembali ke titik khusus paling lambat jam 10 malam. Tentunya banyak rintangan alam serta tembakan musuh menghadang. Jika sampai tertangkap, maka calon kopassus akan menerima perlakuan seperti tawanan.

Penyematan Baret Merah

Lolos dari serangkaian latihan khusus bukanlah perkara mudah. Lebihnya ketika memasuki tahapan tiga, karena banyak rintangan sulit akan menghadang. Bukan hanya itu, prajurit bahkan harus kuat merasakan siksaan dari para pelatih yang berperan menjadi musuh pada sesi “kamp tawanan”.

Latihan khusus ini memang nampak tidak manusiawi. Namun perlu Anda ketahui, semua itu bertujuan untuk membentuk mental prajurit kopassus agar siap menghadapi kemungkinan paling buruk pada medan perang. Tentunya supaya dapat lolos pendidikan itu membutuhkan motivasi serta tekad kuat.

Beruntunglah bagi prajurit yang berhasil lolos dari serangkaian latihan khusus. Semua pengorbanan akan terbayar pada sesi akhir pelatihan, ketika Komandan menyematkan baret merah lengkap beserta brevet komando. Tentunya itu menandakan bahwa telah resmi menjadi bagian dari kopassus.

Setelah membaca ulasan ini apakah Anda masih berminat menjadi anggota pasukan khusus? Semoga informasi mengenai serangkaian latihan kopassus bisa menambah motivasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik