Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Perbedaan Infanteri, Artileri dan Kavaleri di TNI AD

Terdapat tiga kecabangan utama Tentara Nasional Indonesia (TNI) bagi para prajurit baru yang telah lulus akademi militer.

Pertama yaitu satuan tempur meliputi Infanteri, Artileri dan Kavaleri. Untuk mengetahui lebih dalam tentang istilah tersebut, simak perbedaan dari ketiganya berdasarkan ulasan mengenai pengertiannya di bawah ini.

Mengenal Infanteri (INF)

Infanteri, pasukan tempur terdepan dan pejalan kaki
Infanteri, pasukan tempur terdepan dan pejalan kaki

Pengertian Infanteri adalah unit pasukan jalan kaki berbekal senjata ringan dan terlatih untuk mengeksekusi serangan jarak dekat.

Pasukan dengan jumlah terbesar lebih dari 100 batalyon ini harus memiliki kemampuan tempur di semua kondisi medan tanpa kendaraan. Pemegang pangkat tertingginya adalah komandan berpangkat mayor.

Unit ini adalah pasukan andalan saat harus melakukan pertempuran jarak dekat satu lawan satu. Oleh karena itu banyak yang menganggapnya sebagai tulang punggung militer. Selain itu juga menjadi cabang paling berbahaya dan melelahkan dari dinas TNI.

Ciri-ciri satuan INF yaitu mengenakan baret hijau. Pasukan yang memiliki simbol Yudha Wastu Pramuka ini berada di bawah kesenjataan infanteri (pussenif). Satuan yang tergabung dalam Infanteri adalah Kostrad dan Kopassus. Berikut penjelasan singkat mengenai keduanya:

  • Kostrad: Identik dengan baret hijau. lambang yang menggambarkan unit ini adalah Cakra Sapta Agni. Jika ada perintah pasukan ini selalu siap bertugas.
  • Kopassus: Lekat dengan seragam baret merah. Selain itu juga memiliki simbol identik berupa Tribuana Chandraca Satya Dharma. Umumnya memiliki kemampuan khusus seperti menembak tepat sasaran dan bergerak cepat di semua medan.

Mengenal Artileri (ARM)

Artileri Kelas Berat (ANTARA-Wahyu Putro A))
Artileri Kelas Berat (ANTARA-Wahyu Putro A))

Artileri merupakan istilah untuk menyebut senjata berat apapun dengan kemampuan menembakkan proyektil dalam lintasan jarak jauh di medan perang. Alat luncurnya berukuran besar sehingga saat menjalankannya membutuhkan beberapa orang.

Penggunaan istilah Artileri di dalam dunia militer yaitu untuk mendeskripsikan unit pasukan tentara yang bertugas mengoperasikan alat-alat atau senjata berat tersebut.

Tentara Nasional Indonesia memiliki dua pasukan Artileri yaitu Armed dan Arhanud. Keduanya mempunyai tugas serta tanggung tanggung jawab yang berbeda. Penjelasannya yang lebih lengkap lagi dapat Anda simak di bawah ini:

1. Armed

Armed atau Artileri Medan merupakan pasukan prajurit yang umumnya bertugas untuk memberi bantuan unit INF dari jarak jauh. Biasanya mereka akan membantu merusak area lawan dengan menggunakan mariam atau jenis senjata berat lainnya.

Anggota pasukan Artileri Medan identik dengan baret coklat. Selain itu unit ini juga mengenakan simbol Tri Sandhya Yudha.

2. Arhanud

Artileri Pertahanan Udara atau Arhanud ialah unit yang bertanggung jawab untuk menghalau serangan dari jet tempur lawan. Umumnya ciri-ciri prajuritnya yaitu mengenakan baret berwarna coklat dengan lambang Vyati Rakca Bhala Cakti.

Awal kemunculan pasukan artileri pertahanan udara adalah saat Perang Dunia I. Ketika peristiwa itu berlangsung, negara terkait sudah mulai menggunakan pesawat tempur yang memiliki kelengkapan senjata sebagai pertahanan sekaligus untuk menyerang lawan.

Mengenal Kavaleri (KAV)

Tank Leopard Milik Kavaleri TNI AD
Tank Leopard Milik Kavaleri TNI AD

Kavaleri asalnya dari callabus yaitu bahasa latin yang berarti kuda. Kata tersebut berkembang menjadi cavaliere di Prancis dan bahasa Inggris mengadopsinya menjadi cavalry. Secara historis, unit ini memiliki peran penting dalam banyak konflik dan pembentukan koloni.

Pada era modern istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan militer ringan dan sangat mobile. Kavaleri sering dijuluki sebagai pasukan lapis baja karena memang bertugas untuk menyerang dengan kendaraan.

Pada zaman dahulu satuan ini mengendarai kuda saat bertempur sedangkan di era sekarang sudah menggunakan tank dan panser. Ciri-ciri unit TNI kecabangan ini yaitu memakai baret berwarna hitam dan memuat lambang Tri Daya Cakti.

Kavaleri juga menjadi satuan yang membuka jalan bagi bagi Infanteri dengan kemampuannya bergerak cepat dalam skala besar sebagai pendobrak. Pasukan ini memiliki satu brigade, 4 detasemen, 13 batalyon, 13 kompi KAV khusus dan latihan tempur. Komandan korps ata pusat kesenjataannya berpangkat Mayor Jenderal TNI.

Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian Infanteri, Artileri dan Kavaleri di atas sudah sangat jelas bahwa ketiganya memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Di antaranya yaitu pembagian tugas atau tanggung jawab, serta ciri-ciri pasukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik