Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Negara-negara di Kawasan Asia yang Memiliki Pangkalan Militer AS

JAKARTA – Menjadi negara super power dan adidaya, Amerika Serikat (AS) tidak hanya memiliki pangkalan militer yang dibangun di dalam negeri. Hingga kini, negeri Paman Sam ini punya sekitar 800 pangkalan militer AS resmi di 80 negara di dunia. Beberapa ada yang berada di Asia dan menyebar ke seluruh penjuru.

Beberapa Negara-negara di Asia yang Dibangun Pangkalan Militer AS

Dari sekian ratus pangkalan yang dibangun AS, ternyata mereka juga punya beberapa yang dibangun rahasia dan jarang diketahui. Negara di Asia menjadi sebagian kecil yang menjadi tempat dibangunnya pertahanan Amerika ini. Berikut ini beberapa negara Asia yang dibangun pangkalan militer AS:

Singapura

Kabar keberadaan pangkalan militer di Singapura sempat tidak dapat dipastikan kebenaran validnya. Hal ini karena Departemen Pertahanan AS sempat membantahnya. Mereka mengklarifikasi bahwa yang ada di sana hanya milik pemerintah Singapura, yaitu pangkalan Komando Pusat Logistik Pasifik Barat.

Lokasi yang berada di pelabuhan Singapura ini juga disinyalir juga tempat Pusat Angkatan Laut Regional milik Singapura. Namun, beberapa informasi mengatakan bahwa daerah tersebut dipakai AS sebagai gudang logistic untuk kapal-kapal Armada 7 yang beroperasi di sekitaran daerah Asia Pasifik.

Australia

Di Australia Amerika Serikat sudah sejak lama menempatkan dan mengkoordinir para pasukan marinirnya. Ketika Barack Obama masih menjadi Presiden AS pada tahun 2011 lalu, ia mengumumkan rencana membangun pangkalan militer lagi di daerah sekitar luaran Kota Darwin di Australia.

Penempatan pasukan AS itu dilaksanakan bertahap dengan jangka waktu per 6 bulan. Sehingga pada tahun 2016, target mereka akan ada sekitar 2.000 marinir yang akan menjaga. Namun semua usaha membangun basis militer mendapat penolakan dari pemerintahan Australia Kepala Menteri, Adam Giles.

Filipina

Data yang dihimpun dari Departemen Pertahanan pemerintahan AS, ada sekitar 130 marinir militer yang telah ditempatkan di Filipina di tahun 2012. Dua tahun kemudian di 2014, AS dan Filipina menyepakati peningkatan kerjasama perihal sengketa wilayah yang berada di Laut China Selatan.

Hasil dari kesepakatan ini justru sangat menguntungkan bagi Amerika. Karena mereka akan punya akses mudah sampai 10 tahun ke depan di beberapa pelabuhan, pangkalan militer dan lapangan udara. Adanya militer As di Filipina sudah hampir satu abad. Saat ini, kerja sama kedua negara masih berjalan.

Vietnam

Pangkalan militer AS yang pernah ada di Vietnam terletak di Pelabuhan Cam Ranh Bay. Daerah ini dianggap sebagai wilayah perairan yang sangat bagus dan sempurna di kawasan Asia Tenggara. Saat berlangsung perang di sana, tempat ini juga dijadikan Amerika sebagai pusat pasukan militer.

Hal ini berawal dari desakan Amerika itu untuk memudahkan angkatan lautnya, agar bisa terus memakai pelabuhan-pelabuhan yang ada di kawasan laut China Selatan. Jika hal tersebut berhasil terlaksana, mereka akan melakukan pengalihan kapal-kapal perangnya menuju kawasan Asia Pasifik di tahun 2020.

Thailand

Amerika Serikat membangun pangkalan militernya di Thailand yang berlokasi di U-Tapao. Tujuan Negara Adikuasa ini dilatarbelakangi agar bisa menggempur Negara Irak dan Vietnam. Menurut beberapa pengamat elit politik dunia, hal ini merupakan kepentingan antagonis nasional yang merugikan.

U-Tapao terletak di sekitar Bangkok Distrik Ban Chang Provinsi Rayong. Kawasan Thailand ini berdekatan dengan Sattahip di Teluk Thailand. Tempat ini adalah hasil kesepakatan AS dan pemerintahan Thailand untuk menjadi pangkalan bersama.

Sebagian besar pangkalan militer AS yang tersebar di penjuru dunia mulai dibangun setelah perang dunia II bertepatan menjelang perang dingin. Menurut David Vine, adanya pangkalan itu bukan untuk kepentingan pertahanan Amerika atau keamanan dunia, namun dijadikan penjaga kepentingan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik