Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Negara di Asia Tenggara yang Bersengketa dengan China di Laut China Selatan

JAKARTA – Sejumlah negara Asia Tenggara yang bersengketa dengan China terkait laut China memang bukan hanya Indonesia saja. Beberapa diantaranya memang berbatasan secara langsung sehingga tidak heran jika harus berselisih paham mengenai daerah perbatasan tersebut.

Konflik Laut China Selatan

Anda perlu memahami sedikit penjelasan mengenai konflik Laut China Selatan sebelum mengetahui negara mana saja yang ikut bersengketa atas masalah ini. Sebenarnya terdapat enam pemain kunci atas peristiwa, yaitu China, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei Darussalam.

China telah mengklaim bahwa negara ini perlu mempertahankan 90% atas haknya menguasai Laut China Selatan. Kawasan ini mencakup seluruh dari Kepulauan Paracel dan 9 terumbu karang di Fiery Cross Reef dan juga Johnson South Reef.

China mendasarkan klaim ini dengan menyebutnya sebagai “Sembilan garis putus-putus” yang membentang sejauh 2000 km. Mulai dari daratannya sendiri hingga ratusan kilometer mencapai Vietnam. Garis ini baru muncul pada peta di 1948 sehingga memancing kekuasaan banyak negara.

Negara di Asia Tenggara yang Bersengketa dengan China

Beberapa negara yang sering terlibat konflik ialah Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Vietnam dan juga Indonesia sendiri. Konflik ini berkaitan dengan klaim atas 90% atas Laut China Selatan sehingga mengurangi luas wilayahnya masing-masing. Berikut ulasannya:

  1. Brunei Darussalam

Salah satu wilayah laut Brunei Darussalam yang sempat terkena konflik adalah Louisa Reef. Daerah ini sempat diklaim oleh China dan juga Vietnam padahal masih berada di landas kontinen dari negara Brunei sendiri.

Brunei yang masih mengandalkan hubungan ekonomi dengan China tidak serta merta diam saja ketika sebagian wilayahnya diklaim menjadi Laut China Selatan. Bersama ASEAN, negara ini telah berusaha mempercepat proses kesepakatan kode etik atau biasa disebut code of conduct.

  1. Filipina

Filipina telah mengeluarkan klaim kedaulatan di bagian timur laut daerah kepulauan Spratly atau biasa disebut dengan Kalayaan. Angkatan laut dari negara ini telah menahan nelayan China di sekitar Scarborough pada tahun 2012. Kejadian ini membuat ketegangan konflik antara keduanya.

Filipina pun sudah mengajukan gugatan guna membatalkan 9 garis putus China ke Mahkamah Internasional pada tahun 2013. Wilayah ini terbentang membentuk huruf U yang berasal dari selatan daratan ke kawasan Natuna, selanjutnya melintasi lautan Vietnam, Brunei Darussalam dan Malaysia.

  1. Vietnam

Negara berikutnya yaitu Vietnam. Pemerintahan ini kabarnya telah mengeluarkan klaim kedaulatan atas Kepulauan Spratly dan Paracel sejak tahun 1700 an lampau. Keputusan ini juga telah disahkan dalam suatu dokumen sehingga terbukti secara hukum tertulis.

Kementerian Luar Negeri Vietnam pada tahun 2003 lalu telah mengeluarkan deklarasi guna menegaskan klaim atas Laut China Selatan. Perdana Menteri pun sudah menyampaikan prosesnya sekaligus pada 2019 lalu sebab kapal bersenjata melanggar kawasan teritori negara ini.

  1. Indonesia

Tentu Anda sudah tidak asing akan klaim laut Natuna masuk ke dalam wilayah Laut China Selatan. Hal ini tentunya menimbulkan ketegangan konflik bagi Indonesia sendiri sebab merasa sebagian kawasannya diklaim oleh negara lain.

Peristiwa terakhir dialami pada akhir 2019 lalu dimana sejumlah kapal asing miliki China diketahui telah memasuki Kepulauan Riau tepatnya di Perairan Natuna.

Kejadian ini memang membuat gempar bagi kebanyakan warga tanah air karena merasa terancam akan sebagian wilayahnya diklaim negara lain.

  1. Malaysia

Malaysia telah mengklaim sebagian Laut China Selatan tepatnya di bagian utara Pulau Kalimantan yaitu meliputi sedikitnya beberapa struktur laut di Spratly. Daerah ini termasuk ke dalam Barque Canada Reef dan Amboyna Cay yang sudah dikuasai oleh Vietnam hingga saat ini.

Beberapa struktur laut di Spratly tersebut juga termasuk ke dalam kawasan Rizal Reef dan Commodore Reef di bawah kekuasaan Filipina.

Malaysia sendiri termasuk negara yang tidak berbuat banyak pada saat kapal penjaga pantai miliki China telah menghabiskan 70% waktunya berpatroli di daerah ini.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai konflik LCS serta sejumlah negara Asia Tenggara yang bersengketa dengan China hingga saat ini. Nyatanya permasalahan ini memang memiliki dampak begitu besar sehingga pemerintah harus mengambil tindakan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik