Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

2 Jenderal Panglima ABRI/TNI dari Angkatan Darat yang Tak Pernah Menjabat KSAD

Jenderal TNI Purnawirawan Leonardus Benyamin Moerdani atau Benny Moerdani adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang terkenal pada masa orde baru.

Benny Moerdani merupakan Panglima TNI periode 28 Maret 1983 hingga 27 Februari 1988. Benny Moerdani dikenal sebagai perwira TNI yang lebih banyak berkiprah di dunia intelijen, sehingga sosoknya banyak dianggap misterius.

Pada Bulan Maret 1983 Benny Moerdani yang saat itu menjabat Asisten I/ Intelijen Kepala Staf Umum ABRI mencapai puncak karir militernya ketika Soeharto menunjuknya sebagai panglima ABRI dan mempromosikan dirinya menjadi Jenderal. Benny Moerdani mencapai posisi ini dengan sedikit agak berbeda, karena ia tidak pernah memerintah di group yang lebih besar dari batalyon dan tidak menjabat sebagai Panglima Kodam maupun Kepala Staf Angkatan Darat.

Selain sebagai pemimpin ABRI, Benny Moerdani juga ditunjuk menjadi Pangkopkamtib Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, yaitu organisasi pusat yang memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan dan ketertiban dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional yang langsung berada di bawah komando Presiden Soeharto. Diluar posisi militer, Benny Moerdani pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan.

Jenderal TNI( Purnawirawan) Feisal Tanjung adalah salah satu tokoh militer Indonesia yang memiliki pengalaman di bidang tempur, teritorial dan pendidikan. Feisal Tanjung Lulus dari dari Akademi Militer Nasional tahun 1961 Feisal Tanjung merupakan mantan prajurit komando. Awal kariernya banyak dihabiskan di pasukan khusus, Grup Sandhi Yudha Tahun 1993.

Feisal Tanjung yang saat itu menjadi Kepala Staf Umum ABRI dipromosikan sebagai Panglima ABRI yang sebelumnya tidak masuk prediksi sebagai calon Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, mengingat ada calon kuat yakni Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar yang saat itu memegang jabatan Kepala Staf Angkatan Darat KASAD. Feisal Tanjung merupakan salah seorang perwira ABRI yang memegang jabatan tertinggi tanpa melalui jenjang Kepala Staf Angkatan Darat

 

 

Tidak Kalah Menarik