Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Project Terbaru, 2 Satelit Baru Perkuat Matra TNI AD

Di era digital yang semakin maju saat ini, tidak membuat gentar TNI (Tentara Nasional Indonesia). Justru menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk lebih baik lagi dalam menjaga Kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesi). Khususnya bagi Matra TNI AD (Angkatan Darat) sekarang ini diperkuat dengan adanya 2 satelit baru. Adanya Project Terbaru untuk TNI Angkatan Darat ini di dukung langsung oleh Jenderal TNI Andika Perkasa, selaku KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat).

Terobosan baru dari Jenderal TNI Andika tersebut diberi nama Project Tactical Satelite Comunication. Yang bermarkas di Batalyon Pushubad perhubungan Angkatan Darat. Tepatnya di wilayah kota Depok, Jawa Barat. Sebagaimana yang sudah direncanakan tersebut, adanya Satelite Comunication terbaru buat TNI AD sangatlah mendukung dalam hal sektor pertahanan. Yang mana pada era revolusi industry 4.0 saat ini, kedepannya mempunyai tantangan yang pastinya sangat kompleks.

Tangguhnya Tactical Integrated Satcom Matra TNI AD

Dilansir dari keterangan resmi Dispenad (DInas Penerangan Angkatan Darat). Sedianya Letkol Chb Ahmad Farid selaku Kepala Bagian Multimedia Subditbinkom Pushubad menyatakan, Project Tactical Integrated Satcom (Satelite Communication) dari Matra TNI AD. Yang baru-baru ini telah selesai dibangun merupakan salah satu terobosan terbaru dari KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa yang sangatlah luar biasa.

Letkol Chb Ahmad Farid sedianya menambahkan bahwasanya keberadaan dari Satcom tersebut sangatlah mendukung. Dalam artian mendukung kinerja dari TNI AD yang berada di seluruh kawasan operasi guna menjalankan tugasnya sebagai salah satu alat pertahanan negara yang mumpuni.

Menurutnya dalam sistem komunikasi TNI AD mempunyai 3 alat, berbasis kabel, kemudian berbasis radio dan juga berbasis satellite. Namun untuk alat komunikasi berbasis satellite sejauh ini TNI AD belum memilikinya. Hingga pada akhirnya berkat adanya ide dari Jenderal TNI Andika semua berjalan dengan lancar.

Dari ide bapak Kasad TNI AD tersebut, sedianya beliau sangat menginginkan TNI AD mempunyai Hub Station. Dengan adanya Hub Station tersebut, pihaknya bisa mengontrol operasional VSAT. Yang letaknya di bawah satuan jajaran TNI AD, entah itu di KODAM maupun wilayah operasi lainnya.

Letkol Chb Ahmad Farid sedianya juga menjelaskan mengenai Tactical Integrated Satcom milik TNI AD. Menurutnya Tactical Integrated Satcom ini sudah dilengkapi dengan VSAT Hub System. Yang mana terdapat dua antena satelitnya, dengan ukuran sekitar sembilan meter, di antaranya C-Band dan juga Ku-Band. Keduanya mempunyai antena backupnya dan juga Fullset Redundancy BUC (Block Up Converter). Selain itu juga terdapat 4 Ku-Band Tactical Manpack Terminal.

Dengan adanya Tactical Integrated Satcom bagi Matra TNI AD, diharapkan bisa mendukung penuh tugas pokok dari TNI AD guna menjaga keamanan Kedaulatan NKRI, termasuk dalam melindungi keamanan masyarakat luas.

Tidak Kalah Menarik