Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Senjata Utama TNI Siap Gemparkan Dunia

Memang berdasarkan survey Global Fire Power 2021, Indonesia masih berada di peringkat 16. Tentu saja masih di bawah negara-negara raksasa di dunia seperti Amerika Serikat, Rusia maupun China. Namun jangan dianggap remeh, bahwasanya TNI (Tentara Nasional Indonesia) memiliki kekuatan. Yang mana siap bersaing secara global. Hal ini dibuktikan dengan adanya senjata utama TNI, yang siap sedia menggemparkan dunia.

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, selaku KSAU (Kepala Staf TNI Angkatan Udara). Beliau mengatakan bahwasanya untuk bisa menggembarkan dunia tidak harus dengan menggunakan senjata. Namun TNI sendiri memiliki senjata utama, yang mana bisa saja menggemparkan dunia. Ya, senjata utama milik TNI adalah bahasa.

Berdasarkan pengamatan dari KSAU tersebut, memang dengan adanya kemampuan berbahasa asing yang terbaik, maka para prajuritnya bisa lebih maju lagi. Karena pada dasarnya TNI AU (Angkatan Udara) merupakan ujung tombak dalam hal diplomasi militer dengan negara lain.

Senjata Utama TNI Untuk Penugasan Diplomasi Militer

Seperti yang sudah dilansir dari laman resmi Dispenau (Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara). Bahwasanya KSAU berharap, dengan dibentuknya suatu lembaga pendidikan dalam segi bahasa TNI AU yang terpusat. Maka setiap prajurit TNI dari Matra AU harus bisa melaksanakan fungsi dari pendidikan bahasa tersebut secara menyeluruh. Dengan adanya lembaga pendidikan bahasa tersebut, bisa meningkatkann kompetensi bahasa khususnya bahasa asing setiap prajurit TNI AU. Sebagai senjata utama TNI yang siap menggemparkan dunia.

Dengan adanya terobosan baru dari KSAU tersebut, maka pada hari Rabu (25/8) kemarin, fungsi dari Skadik (Skuadron Pendidikan) 505 diubah menjadi Pusbahasa (Pusat Bahasa) TNI AU, Halim Perdana Kusumah. Memang sebelumnya KSAU sendiri melakukan peninjauan di lembaga pendidikan terbaru milik TNI AU yakni Pusbahasa.

Dalam peresmian Pusbahasa, turut hadir Marsdya (Marsekal Madya) TNI Tatang Harlyansyah, selaku Dankodiklatau (Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU). Menurut sudut pandang dari Dankodiklatau, bahwasanya gebrakan baru dari KSAU tersebut sangatlah bagus demi kemajuan Intitusi TNI AU.

Selain itu, Marsdya TNI Tatang Harlyansyah sedianya juga optimis. Dengan adanya Lembaga Pendidikan Pusat Bahasa TNI AU pastinya dapat mempermudah tingkat pendidikan maupun pengetahuan prajurit TNI AU. Menurutnya, bahasa asing memang sangat berguna dalam hal mendukung penugasan di wilayah Negara lain.

Adanya penguasaan bahasa asing tersebut, sudah pasti dalam penugasannya nanti lancar terkendali, apalagi terkait diplomasi militer. Oleh karena itulah, kenapa bahasa menjadi senjata utama TNI, untuk bisa menggemparkan dunia.

Tidak Kalah Menarik