Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Alutsista TNI AL Terbaru Produk Dalam Negeri, Kapal OPV

Beredar kabar bahwasanya Kemenhan (Kementerian Pertahanan) tengah siap menambah dan juga memperkuat Alutsista TNI AL (Angkatan Laut) yang merupakan produk dalam negeri. Sebagaimana diketahui, Kemenhan sendiri sedang gencar-gencarnya menambah dan juga memperkuat Alutsista TNI, terutama TNI AL. Untuk mendukung kinerja TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan wilayah kedaulatan NKRI.

Untuk TNI AL, Kemenhan sedang melakukan pengadaan dan pembangunan Kapal OPV (Offshore Patrol Vessel) dan OPV 90 meter. Yang mana siap dikerjakan oleh PT Daya Radar Utama, selaku perusahaan Industri Pertahanan Dalam Negeri. Untuk pengerjaannya masing-masing satu unit.

Terkait pengadaan dan pembangunan kedua kapal tersebut ditandai dengan adanya upacara Pemotongan Pelat Baja Pertama atau First Steel Cutting di Lampung pada hari kamis (26/8) lalu. Yang mana dihadiri oleh Kabaranahan Kemhan, Marsekal Muda TNI Yusuf Jauhari, kemudian Aslog KSAL Laksamana Muda TNI Puguh Santoso Serta Komisaris dari PT Daya Radar Utama yakni Steven Angga Prana.

Proses Pengerjaan Alutsista TNI AL Terbaru

Marsda TNI Yusuf Jauhari sedianya mengatakan bahwa Upacara Pemotongan Pelat Baja Pertama yang ditandai dengan memencet tombol dimulainya proses tersebut. Merupakan suatu momen yang penting, atas dimulainya proses pembangunan Alutsista TNI AL terbaru. Selain itu beliau juga berharap, momen tersebut bisa menjadi suatu awal yang baik guna kelanjutan pembangunan kapal perang.

Memang dengan diadakannya Project pembangunan kapal OPV dan OPV 90 meter tersebut dengan PT Daya Radar Utama sebagai wujud pembinaan kerjasama industri pertahanan di dalam negeri. Marsda TNI Yusuf Jauhari juga menyebutkan bahwa pengadaan dan pembangunan kapal perang TNI AL tersebut bisa meningkatkan keahlian dan kemampuan industri dalam negeri. Untuk membangun kapal perang yang berkelanjutan dari masa ke masa, selain itu juga bisa mendorong akan pemulihan ekonomi secara nasional.

Selain itu, Kabaranahan Kemhan menghimbau kepada seluruh jajarannya termasuk PT Daya Radar Utama, supaya bisa bekerjasama dengan baik demi terlaksananya pembangunan kapal perang OPV dan OPV 90 meters. Sehingga kedua unit kapal perang tersebut bisa selesai dan diterima sesuai dengan mutunya dan pastinya bisa tepat waktu.

Dalam pelaksanaan Upacara Pemotongan Pelat Baja Pertama kedua unit kapal perang OPV dan OPV 90 meter tersebut dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan. Selain itu, dalam pengerjaannya nanti Kabaranahan Menhan juga menghimbau untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang mana sebagai usaha mencegah pandemi covid-19.

Sudah waktunya Indonesia bangkit dengan produk dalam negerinya yang mana akan dikenal di kancah internasional. Seperti halnya industry perkapalan dalam negeri. Yang mana siap sedia membangun dan mendukung Alutsista TNI AL. Sehingga Indonesia memiliki industry pertahanan yang tangguh, unggul dan tetap tumbuh berkembang.

Tidak Kalah Menarik