Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Demi Menangkal Ancaman, Pakar Militer Minta Optimalkan Program Cadangan Logistik

Ada banyak aspek yang harus dipersiapkan secara matang demi menangkal sekaligus menanggulangi potensi ancaman. Dikutip dari CNN Indonesia, pengamat militer Khairul Fami mengatakan bahwa pertahanan negara tidak melulu berkaitan dengan Alutsista.

Melainkan, juga berkaitan dengan logistik utamanya pangan. Mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi.

Menurut Khairul, perlu perhatian khusus untuk logistik pangan dikarenakan luasan lahan pangan saat ini mengalami penurunan secara konsisten. Berdasarkan data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang Wilayah trimester pertama 2020, luasan baku sawah nasional pada tahun 2013 adalah 7,75 juta hektar dan kini menurun menjad 7,465 hektare di tahun 2019.

Perluasan Lahan Pertanian Menemui Kendala

Tidak mudah untuk melakukan pembukaan atau perluasan lahan pertanian. Ada kendala yang meliputi isu lingkungan dan ekositem. Maka dari itu, kondisi ini memunculkan konsep food estate di mana sektor pertanian, pekerbunan, dan peternakan terintegrasi dalam satu kawasan.

Untuk menangkal sekaligus menanggulangi bencana, Khairul yang juga merupakan CO-Founder Institute do Security and Strategic Studies (ISESS) menjelaskan tiga aspek penting yang harus segera disiakan. Di antaranya, strategi, taktik, dan tentu saja logistik.

“Secara lugas dapat dikatakan bahwa sepanjang sejarah manusia, logistik seringkali menjadi alasan terjadinya perang dan penguasaan logistik seringkali menjadi penentu kemenangan dalam perang,” terang Khairul.

Pemerintah Perlu Mengoptimalkan Program Cadangan Logistik

Khairul mengusulkan agar pemerintah segera mengoptimalkan program cadangan logistik strategis atau CLS. Hal ini penting untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan. Selain itu, ini juga merupakan instrumen dari strategi pertahanan negara.

Patut disadari oleh semua pihak bahwasannya pemenuhan hak pangan rakyat menyangkut kedaulatan sekaligus jatuh bangun sebuah negara. Tujuan dengan optimalisasi CLS nasional merupakan sebagai pengembangan pertahanan yang kuat.

Ada dimensi holistik yang bertujuan untuk menguatkan pertahanan militer sekaligus nir-militer. Kendati demikian, Khairul mengingatkan bahwa sekalipun CLS nasional didasari perspektif pertahanan negara bukan berarti Kementerian Pertahanan yang  menjadi leading sector.

Khairul menjelaskan, “Kementerian Pertahanan mendapat peran dalam hal pengembangan CLS untuk mendukung pertahanan negara dalam situasi yang bersifat kedaruratan, semisal bencana alam, wabah yang berkepanjangan, bencana peperangan, dan kondisi kahar lainnya”.

Hal ini sesuai dengan amanat UU dan Perpers di mana Kementerian Pertanian harus menjadi penyelenggara utama. Mulai dari pengelolaan ketersediaan pangan, termasuk dalam hal persiapan menghadapi ancaman krisis pangan. Sedangkan, kementerian terkait lainnya berperan sebagai pendukung.

 

Tidak Kalah Menarik