Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Tingkatkan Pertahanan untuk Natuna, Pemerintah Siapkan Dana 12,2 Triliun

Tertuang dalam Rencana Kerja tahun 2022, Pemerintah siap kucurkan dana Rp 12,2 Triliun untuk memperkuat pertahanan laut di kawasan Pulau Natuna. Melalui dokumen resmi Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022, Presiden Jokowi memandang rencana tersebut krusial untuk memperkuat keamanan laut Natuna.

Mengingat ratusan ancaman dari kapal asing yang sempat membahayakan kedaulatan perairan Natuna di tahun 2021, Presiden Joko Widodo mengambil rencana tegas berikut.

Pengadaan Alutsista untuk Natuna

Rencana penguatan kemananan laut Natuna menurut PP No. 85/2021 dilakukan dengan pengadaan unmanned aerial vehicle (UAV) atau drone laut. Pengadaan ini dipergunakan untuk memantau aktivitas disekitar Natuna dan memastikan setiap tindak ilegal langsung diketahui dengan cepat. Seperti diketahui sebelumnya, radar Indonesia di Natuna sempat kecolongan karna tak berhasil deteksi kapal asing China dan Vietnam.

Kebijakan penguatan keamanan Laut wilayah Natuna diharapkan mampu membantu penegakan kedaulatan di Perairan Natuna sebagai wilayah legal perairan Indonesia yang tidak boleh sembarangan dimasuki kapal asing, menurunkan aktivitas perompakan di wilayah laut, tindak kejahatan terhadap nelayan Natuna, dan pelanggaran lain.

Selain pengadaan Alutsista laut untuk Natuna, Pemerintah juga akan membenahi alutsista militer di pulau strategis Indonesia lainnya.

Sumber Dana dan Agenda Pendanaan

Pendanaan dari rencana ini berasal dari APBN 2022 dengan skema pendanaan selama lima tahun dengan total sebesar Rp12,2 triliun.

Pemerintah menjelaskan kucuran anggaran tersebut akan digunakan untuk membeli kelengkapan alutsista TNI AL di Natuna sebesar 40,59 persen (CNN Indonesia). Anggaran tersebut diperkirakan juga dipakai untuk memastikan alat peralatan keamanan laut (alpakamla) mencukupi hingga 44,17 persen.

Pemerintah menambahkan adanya sejumlah alasan pentingnga penguatan wilayah Natuna karena peningkatan ancaman dari kapal asing sedangkan sistem pengamanan navigasi tidak kuat mendeteksi.

Bakamla menyebut ada ancaman dsri ratusan kapal asing China dan Vietnam di perbatasan, namun tak dapat dideteksi radar. Dengan adanya rencana ini, diharapkan Natuna akan terjaga kedaulatannya.

Tidak Kalah Menarik