Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Harapan TNI Usai Latihan Gabungan Tanggap Krisis TNI dan Komando Indo-Pasifik AS

Selasa (28/9) menjadi hari terakhir dari rangkaian delapan hari latihan gabungan Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Latihan gabungan ini diadakan untuk Ketua, Kepala Staf Gabungan (CJCS), Gema Bhakti 21 (GB21) dan dilangsungkan di pusat pelatihan Jakarta.

Latihan Respons Krisis Tanggapi Kondisi Pandemi

Latihan gabungan delapan hari ini ditujukan untuk meningkatkan perencanaan gabungan di level staf operasional dalam merespons krisis, serta meningkatkan pemahaman budaya. Brig. Jend. Stephen F. Logan, Wakil Ajudan Jenderal Garda Nasional Hawaii,AS menjelaskan latihan gabungan ini merupakan salah satu bagian dari latihan tahunan. Latihan kali ini ditujukan selain untuk mempererat hubungan Militer AS dan TNI,juga ada tujuan khusus lainnya.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 merupakan bencana global yang memerlukan mitigasi serius serta berjenjang di seluruh penjuru dunia.  Latihan gabungan ini memiliki misi latih prajurit dalam memitigasi bencana yang terjadi.

Jumlah personel USINDOPACOM yang diterjunkan sebanyak 40 personel, anggota TNi sebanyak 30 personel, dan beberapa perwakilan tambahan dari organisasi non-militer. Garda Nasional Hawaii turut berpartisipasi dengan menurunkan 20 orang anggotanya.

Skenario dalam Latihan

Seluruh jajaran pasukan dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir dari USINDOPACOM dan TNI dilibatkan dalam skenario pelatihan mitigasi ini.

Tak luput beberapa organisasi sipil kemanusiaan non militer Indonesia,seperti Program Pangan Dunia PBB, Kantor USAID untuk Bantuan Bencana Asing, dan Palang Merah juga turut serta.

Skenario dalam latihan ini difokuskan pada perencanaan dan koordinasi yang harus dilakukan demi tujuan Operasi Penegakan Perdamaian dan Operasi Pemeliharaan Perdamaian, termasuk Keamanan Laut (MARSEC), penanggulangan ancaman transnasional, dan Bantuan Kemanusiaan/Tanggap Bencana.

Latihan gabungan tahun ini secara khusus membuat skenario bagaimana memitigasi sebuah negara dimana di dalam skenario melibatkan negara fiksi yang sedang mengalami ketidakstabilan di wilayah perbatasannya yang kemudian berimbas pada ketidakstabilan negara tetangga disekitarnya. Urgensi latihan ini dinilai sangat berpotensi untuk dilakukan di tahun mendatang.

 

Tidak Kalah Menarik