Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pertemuan Strategis TNI AL dengan AL Filiphina Bicarakan Stabilitas Keamanan Laut

Gelar pertemuan 12th Navy To Navy Cooperation Meeting (NTNCM) pada Jumat (15/10), TNI Angkatan Laut gandeng AL Filipina bicarakan stabilitas keamanan maritim.  TNI AL miliki tugas diplomasi untuk mewujudkan perdamaian kawasan maritim dengan negara-negara tetangga Indonesia.  Tahun ini, TNI AL realisasikan tugas diplomasi ini dengan menggelar meeting secara daring dan juga luring di Hotel Le Meridien bersama Angkatan Laut Filipina.

Pokok Bahasan Navy To Navy Cooperation Meeting ke 12

Seperti judul pertemuan navy to navy,  NTNCM menjadi agenda forum rutin antar dua angkatan laut. NTNCM TNI AL Indonesia dilakukan rutin tahunan dengan agenda pembahasan pandangan dan rencana kerjasama bidang maritim kedua belah negara.  Kerjasama ini nantinya akan direalisasi dalam bentuk latihan bersama, pendidikan, kunjungan, atau kegiatan lainnya yang disepakati dalam NTNCM.

Pada pertemuan NTNCM ke 12 ini, dihadiri beberapa perwakilan penting dari TNI AL  Indonesia diantaranya dipimpin Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M. Tr (Han) selaku Asisten Operasi Kasal., Kemudian turut hadir pula Paban V Straops beserta Diplomasi Sopsal Kolonel Laut (P) Bambang Dharmawan.

Tak lupa perwakilan dari Kementrian Pertahanan, Kementrian Luar Negeri, Mabes TNI, dan juga Atase Pertahanan Indonesia di Filiphina. Perwakilan AL Filipina yang hadir secara luring dan menjadi pimpinan ialah Chief of Naval Staff, Commodore Caesar Bernard N. Valencia beserta beberapa Perwira Staf AL Filipina lainnya.

Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto membuka NTNCM dengan memberikan sambutan singkat pada Jumat (15/10) di Hotel Le Meridien, Jakarta.  Beliau menyampaikan sebagai negara tetangga dimana Indonesia dan Filipina harus berbagi lautan, pelaksana militer perairan (Angkatan Laut) kedua belah negara harus saling bekerja sama.

Agenda tahun 2022 Hasil NTNCM ke 12

Menjaga kedaulatan laut masing-masing negara dan mengamankan wilayah perairan atas dasar rasa saling percaya harus disepakati bersama. Menanggapi pernyataan Laksda TNI Dadi Hartanto, perwakilan Filipina Commodore Valencia menyetujui perlunya kerja sama serta agenda lain untuk  mempererat hubungan antar kedua Angkatan Laut.  Commodore Valencia juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya dari segenap Angkatan Laut Filipina atas prajurit TNI AL Indonesia yang gugur dalam tragedi KRI Nanggala-402.

Hasil dari NTNCM ke 12 ini, kedua negara menyepakati agenda latihan militer laut bernama Maritime Training Activity (MTA) Philindo yang akan dilaksanakan pada tahun 2022. Selain itu terdapat agenda lain di bidang pendidikan seperti Officer Exchange Program.  Dan juga adanya latihan laut antar pasukan khusus Indonesia dan Filipina.

 

Tidak Kalah Menarik