Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mengenal Kendaraan Angkut Personel Anti Ranjau Hanoman Milik TNI AD

TNI yang saat ini berusia 76 tahun, tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2021 kemarin. Saat ini prestasinya semakin diperhatikan dunia. Militer Indonesia ada di peringkat 16 dunia menurut Global Firepower 2021.

Hal yang menjadi sorotan salah satunya tentu saja adalah alutsista yang dimiliki. Kendaraan angkut personel antiranjau merupakan alutsista milik TNI AD yang banyak menarik perhatian. Pertama kali diperkenalkan ke publik saat perayaan HUT TNI tahun 2019, seberapa canggih alutsista andalah TNI AD ini?

Profil Kendaraan Angkut Personel Antiranjau Hanoman

Kendaraan angkut personel antiranjau Hanoman adalah salah satu dari jenis MRAP. Jika dilihat dari desainnya, kendaraan ini adalah First Win yang merupakan buatan dari Chaeseri Defense, Thailand.

Kendaraan mobilitas infanteri ini mampu bertahan dari serangan ranjau dengan lambung V monocoque berbahan baja semua. Hanoman, memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap berbagai ancaman medan perang, termasuk ranjau dan alat peledak improvisasi.

Berat kotor kendaraan angkut personel antiranjau Hanoman adalah sekitar sembilan ton dan dapat membawa hingga 10 tentara ditambah satu pengemudi. Senapan mesin 7.62mm atau .50 dapat dipasang di atap, sementara lubang tembak memungkinkan penggunaan senjata kecil dari dalam. Sistem Senjata Jarak Jauh juga dapat dipasang sesuai kebutuhan.

Kendaraan antiranjau ini juga didukung oleh mesin diesel Cummins (300HP dalam konfigurasi asli, 250HP dalam versi E). Selain itu, juga dilengkapi dengan transmisi otomatis Allison 3000 SP (Allison 2500 SP dalam versi E sehingga memberikan kecepatan jalan maksimum hingga 100 km /h. Kelebihan lain dari kendaraan angkut personel antiranjau Hanoman adalah standar kemudi yang dilengkapi dengan kemampuan kemudi bertenaga, suspensi independen dan ban run-flat.

Lebih dari itu, juga tersedia perlindungan balistik hingga STANAG 4569 Level 2 ditambah lagi perlindungan ranjau hingga Level 3B di bawah hull center dan Level 4A di bawah stasiun mana pun. Pemilihan Hanoman sebagai kendaraan utama TNI penuh dengan pertimbangan dan dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan TNI dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI.

Tidak Kalah Menarik