Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Paskhas TNI AU dan Penerjunan Pertama di Langit RI

Pasukan khas (Paskhas) TNI AU menempuh proses panjang sebelum kokoh menjadi bagian dari TNI AU Indonesia.  Sejarah mencatatkan perjalanan terbentuknya Paskhas sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945.

Menjadi negara kesatuan yang berdaulat dibawah Pancasila dan UUD 1945, Indonesia memerlukan kekuatan militer untuk melindungi segenap bangsa dan negara. Tentara Nasional Indonesia terbentuk dari Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk pasca Proklamasi.

Perjalanan Panjang Pasukan Khusus TNI AU

TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara masing-masing memiliki pasukan khusus tersendiri.  Pasukan khusus TNI AU diberi julukan Pasukan Khas atau Paskhas.  Tanggal 17 Oktober menjadi hari pengukuhan Pasukan Khas TNI AU.

Dilansir dari Kompas.com, Paskhas TNI AU ialah pasukan yang bersifat infanteri sebagai bagian dari pasukan tempur. Paskhas menjadi pondasi berdirinya pasukan elit pertama dalam bagian TNI Indonesia. Di awal kemerdekaan, Paskhas terbentuk atas adanya permintaan Gubernur Kalimantan saat itu, Mohammad Noor guna membantu perjuangan rakyat.

Tanggal 17 Oktober 1947, sebanyak 13 orang tanpa pendidikan terjun payung disiapkan untuk tetap terjun di Kotawaringin. Penerjunan saat itu dilakukan dari pesawat Dakota RI-002.  Penerbangan dimulai pada 17 Oktober 1947 pukul 03.40 dan berhasil melakukan penerjunan pertama di langit RI. Berkat penerjunan payung tersebut, 13 anggota Paskhas berhasil membentuk dan menyusun gerilyawan yang akhirnya mampu meningkatkan strategi perjuangan rakyat di wilayah Kalimantan.

Tidak hanya menyusun strategi gerilya, Paskhas saat itu berhasil membuka stasiun radio induk yang mampu melakukan komunikasi Yogyakarta dengan Kalimantan.  Seiring adanya perombakan TNI/ABRI tahun 1985, TNI AU diresmikan dalam bentuk organisasi dengan bentuk organisasinya saat ini dengan nama Paskhas TNI AU. Tanggal 17 Oktober menjadi hari jadi Paskhas TNI AU sesuai Keputusan Men/Pangau Nomor 54 Tahun 1967 tanggal 12 Oktober 1967.

Tugas dari Pasukan khas TNI AU ini tidak jauh berbeda dari Raider.  Raider TNI AU bertugas menpertahankan kawasan udara Indonesia dan mengamankan alutsista milik TNI-AU.

Paskhas juga bertugas dalam operasi pengendalian pangkalan udara, memasang fasilitas penerbangan, dan juga menjaga fasilitas yang di daerah pertempuran.

 

Tidak Kalah Menarik