Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

KSAL Pindahkan Pangkalan TNI AL di Batuporon Dipindahkan ke Lanal Madura

MADURA – TNI AL segerakan memindahkan pangkalan TNI AL (Lanal) Batuporon dari Bangkalan ke Sumenep, Madura. Selain itu, nama pangkalan pun diganti menjadi Lanal Madura.

Berdasarkan informasi yang diterima ZonaMiliter.com menjelaskan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menerangkan kepindahan Lanal dari Bangkalan ke Sumenep sudah direncakan sebelumnya.

Menurut Laksamana Yudo, alasannya kepindahan pangkalan dikarenakan posisi Lanal Batuporon kurang strategis, di mana berhadapan dengan Koarmada II dan lanalnya kecil, serta daerahnya pun cukup terbatas di sekitar Selat Madura.

“Oleh karena itu, akan dihibahkannya lahan oleh PT Garam untuk lokasi pembangunan Lanal Sumenep, Kasal memerintahkan Lantamal V Surabaya untuk mengecek seberapa strategisnya tempat tersebut untuk dibangun Lanal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yudo menerangkan, sejumlah argumentasi mendasari keputusan pemindahan Lanal Batuporon, di antaranya dari Validasi Organisasi internal TNI AL.

“Alasan strategis lainnya mengingat titik tersebut akan memudahkan daya jangkau unsur KRI. Khususnya di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II,” ungkapnya.

Selanjutnya, aspek perekonomian, di mana Sumenep merupakan wilayah Madura dengan nilai investasi ekonomi yang tinggi. Dan tentunya pada kondisi tersebut dibutuhkan pengamanan laut yang memadai. Sebagai langkah awal, Lanal Madura mungkin menjadi lanal tipe C dahulu. Lalu nantinya bisa ditingkatkan menjadi tipe B.

“Kalau sudah pangkalan C berarti nanti kapal-kapal akan bisa melaksanakan bekal ulang administrasi logistik di pangkalan ini. Jadi jika Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) melaksanakan patroli bisa bersandar di sini untuk melaksanakan bekal ulang,” terangnya.

Yudo menjelaskan lebih lanjut langkah-langkah telah dimulai untuk merealisasikan rencana ini oleh TNI AL, melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya. TNI AL bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, dari pelaksanaan survei lokasi rencana pangkalan

Dia mengungkapkan, TNI AL bekerja sama dengan BUMN, dalam hal ini PT Garam (Persero), yang mendukung rencana relokasi Pangkalan TNI AL di Sumenep, sekaligus merupakan pengelola aset lahan yang akan di jadikan sebagai Pangkalan TNI AL.

“Saya melihat Sumenep ini merupakan jalur strategis untuk pelayaran nasional maupun Internasional, karena di Laut Jawa ini hampir setiap hari ada pelayaran yang sangat padat. Kemudian di sebelah kanan ada Selat Sapudi itu jalurnya kapal-kapal asing bahkan kapal selam maupun lintas laut kapal negara asing, sehingga perlu pengamanan sangat ketat dan kehadiran Angkatan Laut akan mengamankan pulau-pulau di sekitar Madura, karena TNI AL juga memiliki kewenangan menegakkan hukum dan menjaga perairan Yurisdiksi Nasional,” tutupnya.

Tidak Kalah Menarik