Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Dispen AD Klaim Oknum TNI AD Umbar Tembakan Saat Acara Nikahan Berhasil Diringkus

JAKARTA – Dinas Penerangan TNI AD tanggapi oknum TNI AD umbar tembakan saat acara pesta pernikahan di Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu 4 Juni kemarin. Kini pelaku telah diamankan dan diproses hukum.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Tatang Subarna mengatkan oknum prajuirt TNI AD, Sertu AFTJ saat ini sedanng menjalani pemeriksaan di di kantor Polisi Militer Kodam (Pomdam) Kasuari.

“Terduga pelaku saat ini sedang menjalani proses hukum di Pomdam Kasuari. Pemeriksaan awal sudah dilakukan terhadap yang bersangkutan dan beberapa saksi. Tapi, hingga kini masih terus dilakukan pengembangan untuk mengumpulkan bukti. Jika benar melanggar, akan langsung diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku,” katanya melalui pesan singkat yang diterima Zonamiliter.com dari Dispen AD. Senin (6/6/2022).

Sebagaimana yang pernah ditegaskan oleh KSAD Jendral Dudung Abdurachman mengatakan bahwasanya selaku pembina kekuatan TNI AD. Dudung mengaku akan bertanggungjawab atas penegakan hukum terhadap oknum prajurit TNI AD yang melanggar ketentuan dan aturan. Sedangkan untuk penyelesaian kasusnya akan dilakukan berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku di dalam Sistem Peradilan Militer.

“Mekanisme hukum di TNI AD akan dijalankan sesuai prosedur dan transparan, artinya tidak ditutup-tutupi. Kita ikuti arahan Bapak Kasad terkait penegakan hukum di militer,” ujarnya.

Lebih lanjut Tatang mengungkap bahwa oknum TNI AD, Sertu AFTJ, menjadi terduga pelaku penembakan yang melukai dua orang korban, yaitu adik iparnya sendiri, RIB, dan seorang anggota TNI AD berinisial Sertu B. Kejadian penembakan dipicu saling senggol saat hiburan dangdutan digelar usai resepsi. Kemudian hal tersebut berkembang menjadi keributan yang terus memanas, hingga terjadi penembakan.

“Korban RIB meninggal dunia di Puskesmas Prafi akibat luka tembak di bagian dada kiri. Sementara Sertu B yang mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri, saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari,” tutupnya.

Tidak Kalah Menarik