Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

KSAD Dianugerahi Gelar Adat tertinggi Suku Dayak Mantir Hai Penambahan

KALIMANTAN TENGAH– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dianugerahi gelar adat tertinggi Suku Dayak Mantir Hai Penambahan. Gelar tersebut diberikan langsung oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Kedatangan Dudung disambut dengan Tradisi Potong Pantan sekaligus menerima Penganugerahan Gelar Adat Tertinggi Suku Dayak Kalimantan Tengah Mantir Hai Penambahan dari Ketua Dewan Adat Dayak (DAD). Setibanya di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Dudung beserta rombongan disambut Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya, Gubernur Kalimantan Tengah H. Subianto Sabran dan unsur Forkopimda Kalimantan Tengah.

Penyambutan dengan Potong Tradisi Pantan ini menandakan ucapan selamat kepada Kasad dan rombongan di Bumi Pancasila, Bumi Tambun Bungai dengan harapan agar tamu yang pantan akan selalu mendapat perlindungan dari Sang Maha Kuasa Pencipta Alam Semesta.

Selesai menerima tradisi penyambutan Potong Pantan, Kasad dianugerahi Gelar Adat Tertinggi Suku Daya Kalimantan Tengah yang disematkan langsung oleh Ketua DAD Provinsi Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.

Ketua DAD Kalteng mengungkapkan, Gelar Adat Tertinggi Suku Dayak Kalimantan Tengah Mantir Hai Penambahan yang diberikan kepada Kasad tersebut memiliki arti seseorang yang berani, disegani, Arif Bijaksana, ahli strategi dan mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agustiar Sabran, gelar adat yang diberikan KSAD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman merupakan dan penghargaan dari masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah atas Komitmen KSAD dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, kerukunan antar umat beragama serta mampu menjaga keragaman suku bangsa di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Dudung menambahkan dan mengapresiasi yang tinggi kepada Dewan Adat Dayak serta masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah atas penganugerahan gelar adat yang diberikan kepadanya.

“Saya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, sangat senang dan bersyukur bisa hadir di sini, dan merupakan suatu kehormatan bagi saya dianugerahi gelar adat tertinggi dari Dewan Adat Dayak serta masyarakat di Kalimantan Tengah ini. Penganugerahan gelar ini bukan saja kehormatan bagi saya, tetapi juga amanah yang harus diperebutkan, “ bebernya

Gelar Adat tertinggi Suku Dayak Mantir Hai Penambahan yang dianugerahkan kepada KSAD, ini merupakan Gelar Adat ketujuh yang diterima oleh Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Usai proses menjalani penganugerahan Gelar Adat Suku Dayak, dilanjutkan dengan acara jamuan makan malam di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng yang dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah serta pejabat Forkopimda serta pejabat TNI dari Kodam XII/Tanjungpura serta Korem 102/Panju Panjung.

Tidak Kalah Menarik